Focus Group Discussion Mengenai Cap Emisi GRK Sub Sektor Pembangkit Listrik

Focus Group Discussion Mengenai Cap Emisi GRK Sub Sektor Pembangkit Listrik 1

Sumber pmr-indonesia.org

BANDUNG – Ditjen. Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM didukung oleh Partnership for Market Readiness (PMR Indonesia) melaksanakan series meeting untuk Cap Emisi Gas Rumah Kaca sub sektor pembangkit. Pertemuan ini merupakan seri kelima dan dilaksanakan pada Kamis, 28 Juni 2018 di Bandung. Hadir pada pertemuan ini perwakilan dari Kemenko. Perekonomian, perwakilan dari Kementerian ESDM, PT. PLN Persero, Operator Pembangkit Listrik, Asosiasi Lingkungan Ketenagalistrikan Listrik (ALLIN), Tenaga Ahli dan Tim PMR-UNDP.

Sebagaimana kesepakatan pada pertemuan sebelumnya PT. PLN Persero telah melakukan elaborasi terhadap lima skenario mitigasi dengan mengidentifikasi potensi tambahan mitigasi, penghematan energi, kendala serta konsekuensi biaya/investasi. Beberapa masukan terhadap parameter yang disepakati menjadi bahasan untuk perumusan rencana tindak lanjut.

Pertemuan ini juga membahas identifikasi opsi kebijakan berbasis pasar (skema cap & trade), pengaturan kelembagaan dan peluang pendanaan. Peserta yang hadir diharapkan memahami berbagai aspek teknis yang diperlukan dan harus dipertimbangkan dalam perancangan dan penetapan cap di sektor pembangkitan listrik.

Kegiatan DJK ESDM yang didukung oleh Partnership for Market Readiness ini dilaksanakan untuk mendukung komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca pada Paris Agreement, yang tertuang didalam Nationally Determined Contribution (NDC), dimana Indonesia berkomitmen untuk menurunkan jumlah emisi GRK sebanyak 29% sampai 2030 secara BAU dengan upaya domestik dan 41% apabila ada dukungan internasional.

Tahukan anda, emisi dari sektor pembangkitan listrik adalah sekitar 200 juta ton-setara-CO2 pada tahun 2014 dan diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 700 juta ton-setara-CO2 pada tahun 2030. Dalam persentase, ia adalah sekitar 34% dari emisi GRK sektor energi pada tahun 2014 dan diperkirakan akan meningkat sampai 45% di tahun 2030. Dalam NDC Indonesia, sektor energi diharapkan dapat menurunkan emisi sebesar 19% dari emisi sektor energi yang diperkirakan di tahun 2030 atau sebanyak 314 juta ton-setara-CO2.

Untuk dapat mencapai target NDC ini tentu memerlukan peran yang signifikan dari sektor pembangkitan listrik dan diperlukan dukungan pendanaan yang tidak sedikit untuk melakukan aksi pengendalian perubahaan iklilm tersebut, untuk itu keterlibatan pemerintah serta stakeholder terkait sangat diperlukan, setidaknya memberikan kontribusi penurunan emisi gas rumah kaca dari sub sektor pembangkitan listrik.